Theme images by Storman. Powered by Blogger.

GUBRAK : Gerakan Untuk Bangun Rada Awal Kawan


GUBRAK : Gerakan Untuk Bangun Rada Awal Kawan (bagian satu) Berselancar di dunia maya, terutama memakai situs jejaring sosial semacam facebook sebenarnya bagi saya adalah sesuatu yang baru. Saya adalah pemula yang belum genap 1,5 tahun mengarungi dunia maya. Awalnya sekedar penasaran. Penasaran terhadap fenomena jejaring sosial ini. Kok bisa ya, hanya sekumpulan media semu (maya) tapi mampu memberikan pengaruh yang luar biasa pada masalah masalah sosial ?. Satu kasus saja, soal Bibit Chandra misalnya, media jejaring sosial ternyata berperan besar ikut menekan penegak hukum untuk melepaskan kedua pimpinan KPK itu dari jeruji penjara. Iya, tentu bukan itu satu satunya sebab. Tapi opini di dunia maya ternyata memiliki bobot yang tidak kalah efektifnya di banding dengan suara suara di parlemen maupun suara suara di jalanan dan media massa.

GUBRAK : Gerakan Untuk Bangun Rada Awal Kawan (bagian satu) Berselancar di dunia maya, terutama memakai situs jejaring sosial semacam facebook sebenarnya bagi saya adalah sesuatu yang baru. Saya adalah pemula yang belum genap 1,5 tahun mengarungi dunia maya. Awalnya sekedar penasaran. Penasaran terhadap fenomena jejaring sosial ini. Kok bisa ya, hanya sekumpulan media semu (maya) tapi mampu memberikan pengaruh yang luar biasa pada masalah masalah sosial ?. Satu kasus saja, soal Bibit Chandra misalnya, media jejaring sosial ternyata berperan besar ikut menekan penegak hukum untuk melepaskan kedua pimpinan KPK itu dari jeruji penjara. Iya, tentu bukan itu satu satunya sebab. Tapi opini di dunia maya ternyata memiliki bobot yang tidak kalah efektifnya di banding dengan suara suara di parlemen maupun suara suara di jalanan dan media massa.

Saya lupa kapan saya mendaftar di facebook. Tapi yang pasti, aktifitasku di facebook lebih intens pasca wafatnya mendiang Gus Dur. Teman temanku di awalpun masih berkutat pada lingkungan santri, aktifis dan tentu saja seperti kebanyakan pria pemula di facebook...
cari cari yang bening...!!!
Hehehehehe

Soal GUBRAK ???
Ini yang sampai sekarang masih tetap membuat saya terheran heran, merasa lucu dan tak habis pikir dengan apa yang di sebut respons publik. Ini pula yang makin membuat saya makin yakin akan uniknya dunia maya.

Terus terang pendirian komunitas GUBRAK ini awalnya hanya sebuah kecelakaan kecil yang sebenarnya tidak terlalu penting. Semua berawal dari apa yang selama ini di sebut SBS (Sms bangun Subuh). Sebuah kegiatan menarik dimana saya mengirimkan sms ke beberapa teman dengan tujuan untuk membangunkan tidur mereka. Konten sms tidaklah penting, karena yang perlu adalah handphone berbunyi dan mereka bangun.

Suatu ketika saya membuat status tentang kegiatan saya ini. Seorang komentator kemudian menanyakan kepada saya tentang dimana ia bisa ikut bergabung di group bangun subuh. Saya masih ingat betul teman baik saya itu, pria asal Sidoarjo dengan nama akun Imamuddin Al Porongi (sekarang beliau menjadi admin di Santri Gubrak).

Pertanyaan ini kontan menjadi bahan pemikiran saya...
Benar juga......!!!
Hausnya ada wadah untuk mewujudkan obsesi yang sedikit nyleneh ini.
Tapi ini khan gagasan yang main main..????

Group yang membahas Politik, buanyak...
Group yang membicarakan agama, bejibun...
Group entertainment, nggak terhitung....
Group yang ngomongin olahraga, banyak...

Tapi Gerakan Bangun Subuh.....???
Barangkali belum ada. Atau kalaupun ada, belum tentu di lengkapi dengan layanan sms Bangun pagi secara GRATIS.

Akhirnya......
Okelah saya bikin group Bangun Pagi.
Tapi gimana caranya...???
Khan saya nggak paham betul facebook ?.
Salah seorang teman kemudian membantu saya menerangkan gimana caranya bikin group. Maka jadilah GUBRAK.

GUBRAK ( Gerakan Untuk Bangun Rada Awal Kawan)

Seorang kawan bernama Andario Dwi W (admin group Nahdliyin) kemudian banyak membantu saya. Ada lagi Yunnairaa D'angel yang turut berpartisipasi besar. Dan satu lagi pahlawan misterius yang paling gigih mengundang teman temannya untuk bergabung di GUBRAK dengan nama akun Heira Rhea.

Dua nama teratas, saya belum pernah sekalipun bertemu muka. Hanya melalui telpon maupun sms. Tapi nama terakhir, Heira Rhea, belum pernah bertemu, tapi saya kok merasa pernah bertemu dengannya dalam dimensi lain atau minimal pernah bertemu dengan teman yang ada kaitannya dengan akun itu. Jelasnya dia adalah salah satu temanku di dunia nyata. Tapi entah siapa...
Namun demikian, siapapun mereka, bagi saya tetaplah sosok spesial di balik suksesnya Gubrak. I love you my friends....!!!!

Dari Heira Rhea kemudian saya dapat inspirasi untuk lebih menduniakan atau membuat lebih gaul GUBRAK. Penggunaan kata 'Gerakan Untuk Bangun Rada Awal Kawan' saya pikir perlu di poles agar tidak terkesa konservatif. Apalagi sosok teman seperti mabka Ririn WR, Rini Yunita Sari, Dhea Sang penjinak Tuyul, Bintang Chamelia, Oq ta, Imamuddin al Porongi, Umay may, Bodro Noyo, Ixa Sekarwangi, yan Harley, Mutiara, Kakashi sastro, Mujtahid Muthlaq dsb turut membuat suasana Gubrak menjadi lebih gila lagi. Maka tercetuslah ide merubah kata 'Gerakan Untuk Bangun Rada Awal Kawan' menjadi GUBRAK (The Early Wake Up Movement). Untuk masalah satu ini saya sempat konsultasi dengan mbak Ririn WR. Karena saya sendiri nggak yakin dengan kemampuan bahasa Inggris saya.
(Group pertama GUBRAK ini sekarang menjadi GUBRAK (The Early Wake Uo Movement) Zona DKI Jakarta)

Selain tetap melanjutkan layanan sms bangun subuh, GUBRAK juga menggelar even even lucu semacam Lomba Photo Profil. Kita memilih beberapa Photo anggota lalu di vote ke anggota. Siapa yang dapat jempol terbanyak, dia layak masuk babak selanjutnya dan seterusnya. Tercatat kita udah 3 kali menggelar kompetisi tanpa hadiah itu dengan memunculkan 3 juara di antaranya :
1. Dhea Sang Penjinak Tuyul
2. Sang Dewi Kitala
3. Gus Nuril Arifin

Demikian sekelumit soal sejarah GUBRAK. Pada kesempata lain kalau di beri kemudahan oleh Allah SWT insya Allah akan saya lanjutkan lagi.
Terima kasih buat teman teman yang telah ikut membesarkan GUBRAK...
Terima kasih untuk Gus Nuril Arifin, guru kami yang mulia.
Terima kasih untuk Mas Andario, kawan baikku dari Jogjakarta.
Terima kasih untuk adikku Yunnairaa, sepurone nduk, aku durung sempat ke Blitar..
Terima Kasih untuk mbak Heira Rhea, teman paling misteriku. heheheh...
Terima kasih untuk gank Lampung, Dhea Cs. Kapan bikin rusuh lagi...
Terima kasih buat mbak Ririn yang udah ngasih pianika untuk kedua putriku...
Terima kasih untuk semuanya....
Pejuang Gubrak dan anggota GUBRAK yang nggak bisa aku sebut namanya satu persatu...

I LOVE YOU SO MUCH...!!!!!