Breaking News

TEMAN KOSTKU ( SERIES 1 )

Aku duduk di teras kost bersama Pay, pacarku. Nama panjangnya Payjan. Dia menunduk dari tadi, seperti ada yang mengganggu pikirannya.

"Pay, kamu kenapa?" tanyaku sambil menepuk bahunya.
Pay mendongak, terlihat sembab di matanya. "Ras, kita temenan aja, ya?" ucapnya kemudian.
"Maksud kamu apa?" Sebenarnya, aku sudah tahu arah pembicaraan ini kemana. Tapi aku hanya ingin memastikan, kalau ini cuma pikiranku saja.



"Kita temenan aja ... Aku nggak bisa ninggalin dia. Aku tahu, aku salah ..." jawabnya kemudian dengan mata merah setengah berkaca-kaca.
"Kamu jahat, Pay!! Kalau kamu sudah punya pacar, kenapa dulu kamu kasih aku perhatian?! Kamu yang mengejarku!!" kataku penuh emosi.

"Iya, Ras, aku tahu. Aku juga sayang sama kamu. Aku terpesona sama kamu. Tapi aku nggak bisa ninggalin dia, Ras. Dia ..." ucapannya terhenti. Dia menghela nafas panjang.
"Dia kenapa?" tanyaku penuh selidik.

"Dia hamil, Ras ... Dia hamil anakku ..." jawabnya sambil membuang muka. Aku tahu, air mata mengalir dari sudut matanya, meski berusaha dia sembunyikan.
Tanpa jawaban apapun, aku berlari ke dalam kost, masuk kamar, dan mengunci pintu. Aku menangis meluapkan emosi.

"Dasar cowok bejaaatt!!" umpatku sambil berteriak.
Setelah puas menangis, aku mencari ponselku. Dengan cepat, kuhapus semua foto kenanganku bersama Payjan. Beberapa menit lalu, aku masih menyayanginya. Sekarang, aku benci. Sangat, sangat membencinya. Tapi dalam hati aku bersyukur, tidak menjadi korban pelampiasan nafsunya meskipun dulu dia berkali-kali meminta.
Setelah menghapus semua foto dan nomor ponselnya dari gawaiku, iseng-iseng aku klik aplikasi perekam suara. Entah kenapa, tiba-tiba aku ingin bernyanyi. Banyak yang bilang, suaraku mirip Tantri Kotak. Cocok jadi penyanyi rock, meskipun aku sendiri tak yakin. Tapi, tak apalah, biar kuhibur diriku sendiri.

*
Aku tersesat menuju hatimu
Beri aku jalan yang indah
Izinkanku lepas penatku
Tuk sejenak lelap di bahumu
Dapatkah selamanya kita bersama
Menyatukan perasaan kau dan aku
Semoga cinta kita kekal abadi
Sesampainya akhir nanti
Selamanya ....
*

Kunyanyikan sebuah lagu dari Olif band yang berjudul tentang rasa, yang dinyanyikan kembali oleh Astrid. Selesai dengan keisenganku, langsung kuputar rekaman tadi. Kuputar lagi berulang kali, seakan tak percaya apa yang kudengar.
Di akhir lagu yang kunyanyikan, ada suara perempuan ikut bernyanyi, kemudian suara itu berucap, "curhat, curhat, curhat."

Deg.

Sekujur tubuhku merinding. Kupandang setiap sudut kamar. Tak kudapati siapapun. Bahkan tadi, teman-temanku keluar kamar semuanya. Pastinya, hanya aku satu-satunya orang yang ada di kost ini. Lalu, jika tak ada orang lagi, siapa yang ikut bernyanyi bersamaku?
Kurasakan hembusan angin ditengkukku. Bulu kudukku semakin meremang. Nafasku memburu. Keringat dingin mulai bercucuran dari pelipisku.
"Rasti ...."

Terdengar suara wanita memanggilku lirih. Tubuhku langsung bergetar. Jantungku berpacu semakin cepat. Ingin berteriak, tapi tenggorokanku tercekat. Siapapun, tolong aku ....

"Lupakan dia ... Dia memang tak baik untukmu ... Dia hanya ingin menikmatimu ..."
Apa?? Siapa sebenarnya wanita ini?? Suara ini berasal dari mana??

Akhirnya, kuberanikan diri menoleh ke belakang secara perlahan. Aku memang takut, tapi rasa penasaranku lebih besar. Setelah tubuhku berputar kebelakang, kubuka mataku yang memang terpejam dari tadi.

"Aaaaaaaaaaaaaaaaa .........."

***

BERSAMBUNG ….. !!!
======
Based on true story
Bojonegoro, 30 Juni 2018
Aiu Ratna