Theme images by Storman. Powered by Blogger.

Gubraker Kebagusan Dirikan Taman Pendidikan Al-Qur'an

Jika biasanya komunitas Gubrak Indonesia hanya berperan sebagai pemberi support bagi TPA - TPA yang membutuhkan melalui sumbangan Iqro', buku dan alat pendukung belajar-mengajar lainnya, untuk pertama kalinya komunitas yang berdiri pada Maret 2010 ini memperluas peranannya. Adalah Komunitas Gubrak Indonesia cabang Kebagusan - Jakarta Selatan yang mengambil peran secara langsung dengan mendirikan Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA). Berlokasi di Mushalla Al-Akbar Kebagusan, kegiatan belajar-mengajar yang diperuntukkan untuk anak - anak baik usia dini maupun usia setara SD dimulai. Dari pantauan responden Gubrak di lapangan antusiasme orangtua santri yang mendaftarkan anak-anaknya di TPA ini sungguh luar biasa. Sejak dibuka pada tanggal 25 Oktober 2015 tercatat sudah lebih dari 40 santri mendaftar sebagai peserta didik. Konsep pendidikan gratis yang diusung komunitas Gubrak Indonesia ini rupanya menjadi daya tarik tersendiri.

"Bukan sekedar tidak dipungut biaya. Tapi Iqro', buku dan alat tulisnya juga kami berikan secara cuma-cuma" ujar ustadz Ade Wahyudin, salahsatu pengajar TPA.

Ketika ditanya mengenai gaji untuk guru-guru pengajar TPA, pria beranak dua ini secara tegas mengatakan bahwa semua pengajar di TPA itu bekerja dengan sukarela.

"Kita bekerjasama dengan pengurus Mushalla, memanfaatkan sumberdaya yang ada disekitar kita. Kita ingin mindset dunia pendidikan berubah. Dunia pendidikan apalagi menyangkut dakwah mesti kita kembalikan pada khittahnya. Yakni jauh dari budaya komersil. Memang agak susah, apalagi di kota Jakarta. Tapi kita akan berusaha" imbuhnya.

Menanggapi program ini, ketua umum Komunitas Gubrak Indonesia, M. Hafidz yang dihubungi di lokasi menyatakan rasa terimakasihnya pada semua pihak. Terutama pihak pengurus Mushalla, para pengajar dan juga warga sekitar yang turut serta mendukung kegiatan tersebut.

"Harapannya, konsep seperti ini bisa menjadi model perjuangan. Yang memiliki kemampuan finansial, membantu dengan hartanya. Yang dikaruniai ilmu, membantu dengan ilmunya. Yang punya tempat, menyediakan tempatnya untuk aktifitas. Dan yang tak kalah pentingnya lagi, doa dari semuanya" kata pria yang setiap hari berprofesi sebagai pedagang itu.

Selain mendirikan TPA, Komunitas Gubrak Indonesia melalui Gubrak cabang Hongkong juga melakukan pengumpulan donasi untuk salahsatu yayasan yatim piatu di kawasan Banyuwangi. Sumbangan dalam bentuk beras sebanyak 108 kg diberikan kepada Yayasan Al- Ma'la yang beralamat di desa Bagorejo, Srono, Banyuwangi. 

Ketua Komunitas Gubrak Indonesia cabang Hongkong, Syaharbanu Eka, dalam siaran persnya menyatakan bahwa kegiatan semacam itu akan terus digalakkan di masa depan.

"Sesuai dengan motto Gubrak, bangunlah jiwanya bangunlah badannya, untuk Indonesia Raya. Rasanya itu sudah mewakili semangat kami" ujarnya.

Ustadz Andriansyah memberikan pengarahan

Guru dan Santri sempatkan foto selfie
Ustadzah Nadziroh mendongeng
Arul Hakin (Gubraker Banyuwangi) berfoto dengan keluarga Yayasan Al - Ma'la