Theme images by Storman. Powered by Blogger.

Sang Juara (bagian dua)

Usianya masih relatif sangat muda. 20 tahun. Tapi kiprahnya di komunitas Gubrak Indonesia tak diragukan. Jika anda pernah melihat logo terbaru Gubrak, dialah sosok di balik itu semua. Lolos dari babak 16 besar dengan menempati posisi terakhir dari empat kontestan yang berhak lolos, tampil gemilang bersama tandemnya, Rheviena Dhe, di semifinal dan menang besar di babak puncak.

Meski sedikit terlambat, akhirnya Gubraknews mendapat kesempatan mewawancarai lajang berdarah Madura ini di sela-sela kesibukannya. Mari kita simak,

GN : Gimana rasanya menjadi juara di lomba ini ?

MME : Surprise tentunya. Awalnya hanya ingin meramaikan. Sembari belajar bersosialisasi. Apalagi, saingan kami banyak yang sudah berpengalaman. Jadi, nggak nyangka bisa menang.

GN : Banyak orang yang memprediksikan, anak muda sulit sekali menang di lomba ini. Termasuk anda sendiri, dibabak 16 besar hanya finis peringkat 4 dari empat kontestan pria yang berhak lolos. Tapi ternyata anda sukses hingga finis dan juara. Gimana menurut anda ?

MME : Dari awal memang saya pesimis bisa memenangkan event ini. Di gubrak, sedikit sekali yang saya kenal. Jadi, untuk menang tentu sulit sekali. Posisi empat dibabak 16 besar memberi keuntungan tersendiri buat saya. Menurut aturan di babak semifinal, peringkat empat akan disandingkan dengan peringkat pertama di kubu wanita. Ya sudah, saya bertandem dengan mbak Rheviena. Alhamdulillah, dari awal langsung bisa kerjasama. Di semifinal, kami melakukan lobi intensif dengan kandidat yang sudah gugur semisal mas Nanto dan lainnya. Memasukkan banyak suporter ke group. Lalu menjalin kerjasama dengan sesama kompetitor semisal mbak Cindy. Kami bermain rapi. Meski kadang butuh tehnik politik yang susah dijelaskan.

GN : Kalau boleh tahu, sudah berapa lama anda gabung di komunitas ini ?

MME : Saya gabung ke grup ini sudah 5 tahunan. Mungkin tepatnya 2010 atau 2011. Dulu tidak sengaja masuk. Berawal dari debat saya dengan salahsatu anggota grup. Trus penasaran dan akhirnya gabung. 
 
GN : Bisa mendeskripsikan, seperti apa komunitas ini ?

MME : Ini komunitas yang menurut saya unik. Namanya lucu (Gubrak). Isinya juga orang-orang yang menurut saya 'gila'. Tapi, biarpun dalam pergaulan terkesan santai dan banyak guyon, visi sosialnya luar biasa. Idenya selalu menarik. Citarasa kebangsaannya kental. Semangat kebersamaan antar anggota terjalin sangat baik. Apalagi kalau ngomongin konten sms bangun subuh. Lucu, cerdas dan mengena sekali.

GN : Katanya, andalah perancang logo Gubrak. Bisa cerita ?

MME : Kalau dibilang seratus persen, nggaklah. Saya hanya membuat desain saja. Ide dan juga kontennya tetap menyeseuaikan arahan para pendiri komunitas. 
 
GN : Dari database Komunitas, ada banyak sekali Gubraker yang usianya dibawah 22 tahun. Tapi perannya tidak terlalu signifikan. Ada gagasan nggak ?

MME : Ada sih. Tapi saya sendiri kurang yakin bisa direalisasikan. Anak muda itu seperti kertas kosong. Butuh sosialisasi yang sekiranya mengena. Yang tentu saja sesuai dengan karakter anak muda. Menasehati tanpa menyakiti, mengarahkan tanpa harus memberikan kontrol ketat. Membebaskan tanpa melupakan pengawasan. Dan itu tentu butuh sosok senior yang mengerti betul kemauan anak muda.
 
GN : Juara lomba secara otomatis jadi admin group dan jadi panitia lomba tahun depan. Sepertinya itu tak terlalu sulit. Gimana kalau anda ditawari jadi admin Sms Bangun Subuh ?

MME : Kalau jadi admin dan panitia lomba tahun depan saya siap. Tapi untuk jadi admin sms subuh, nanti dulu. Belum siap. Masih suka bangun siang. Ha ha ha...

Biodata

Nama : Mochammad Muchlis Efendi 
Domisili : Gondanglegi, Malang 
Tempat & tanggal lahir : Bangkalan, 7 Januari 1995 
Status : Lajang
Pekerjaan : Desainer
 
Riwayat pendidikan : 
- SD Islam Salafiyah Khairuddin 
- SMP NU Gondanglegi 
- SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen 
- Universitas Muhammadiyah Malang 

Organisasi 
- Gubrak Indonesia
- IPNU Cabang Gondanglegi 
- Komunitas Peduli Malang (Asli malang) 

Blog : camuda.blogspot.com 

Quote : Nilai seseorang ditentukan dari keberanianya, memikul tanggung jawab, mencintai hidup dan pekerjaannya.