Theme images by Storman. Powered by Blogger.

Sejarah Orang Orang Kalah



Kini mulai tren film sejarah, namun yang diangkat tokoh mainstream, apakah ada yang berani mengangkat kisah DN Aidit, perjuangan Aidit sejak bernama Achmad di Belitong, membantu kaum miskin, Aidit menjadi gelandangan di Pasar Senen dan membaca sajak-sajak dengan Chairil Anwar di emperan stasiun Gambir, dan Aidit mengenangnya sebagai "Rembulan yang bicara pada malam" saat ia berdebat dengan Njoto bahwa sajak-sajaknya adalah setara dengan Chairil sahabatnya itu.

Ada hal-hal humanis yang bisa diangkat dari Aidit, seperti dia diam-diam membantu kakek tua di kampung ibunya di Batu Itam, seperti banyak orang Belitong yang membawakan buah-buahan karena pemuda Aidit yang suka membantu orang lain, sampai kerja keras Aidit ditengah kemiskinan untuk terus bersekolah dan membaca buku.

Pengadilan sampai saat ini belum membuktikan keterlibatan Aidit dalam Proyek Untung-Supardjo di 30 September 1965, karena pada saat perintah pemanggilan Aidit oleh Mahmilub, Aidit sudah ditembak pasukan Harto di Sambeng, Solo.

Ada juga kisah tentang Wikana, seorang pemuda kurus ceking yang bisa meyakinkan Bung Karno bahwa kita harus berdaulat sejak awal mula, Wikana menolak Jepang yang kasih kemerdekaan, dan Wikana pula yang perintahkan anak anak muda culik Bung Karno.

Baik Aidit dan Wikana, adalah anak-anak muda yang dimakan oleh Revolusi yang diciptakannya sendiri, adalah menarik mengisahkan "orang-orang kalah" karena dalam sejarah orang kalah selalu tersimpan "kebajikan" soal manusia dan cara pandangnya.........






-Anton DH Nugrahanto-.