Theme images by Storman. Powered by Blogger.

Pilih mana, Sekolah Negeri Atau Swasta ?



Anak sekolah biasanya belom dibolehin nentuin sendiri soal banyak hal sama orang tuanya. Menurut kamu di usia kamu udah boleh pacaran, menurut orang tua kamu belum. Kamu pikir kamu udah pinter, nggak perlu ikut les dan bimbel, menurut orang tua kamu belum. Tapi ada yang bisa kamu tentuin sendiri, yaitu pilihan sekolah. Masuk sekolah negeri atau swasta ditentukan oleh hasil belajar kamu.




Dulu pasti kita pernah terobsesi untuk masuk ke sekolah negeri unggulan. Alasannya macem-macem; karena emang pengin masa depannya cerah dan sekolah ini udah mencetak banyak lulusan berprestasi, supaya keliatan bagus di CV nanti, supaya tetap bareng teman seangkatan yang juga pengin masuk ke sekolah ini, supaya satu sekolah sama mantan senior ganteng... Waktu daftar dan ngeliat banyaknya peminat, kamu pikir yaudahlah, bisa masuk ya syukur, enggak juga nggak apa-apa. Kenyataannya ketika nggak diterima rasanya sedih banget. Apalagi kalau sekolah negeri lain juga nggak nerima, ujung-ujungnya kamu bisa lanjutin pendidikan di sekolah swasta. Tapi emang apa salahnya sama sekolah swasta?



Sekolah negeri emang jadi tujuan utama pelajar Indonesia. Pertama, karena biayanya lebih murah. Kedua, karena lulusan dari sekolah negeri lebih diperhitungkan. Tapi walaupun biaya SPP udah dibebaskan, orang tua kamu masih harus keluar segala macam biaya. Hari gini mana ada yang gratis. Apalagi ini ngomongin pendidikan, bung! Berhubung masih jadi tanggung jawab pemerintah, biaya sekolah-sekolah negeri masih tergantung dari kucuran pemerintah daerah. Jadi nggak heran kalau banyak gedung sekolah yang bobrok atau rusak di sana-sini. Terutama yang di luar Jakarta dan di luar pulau Jawa. Sementara di sekolah swasta, gedung dan fasilitasnya pasti lebih terpelihara. Soalnya ini udah termasuk ke dalam iuran gedung yang rutin dibayarkan. Makanya biaya yang dikeluarkan lebih mahal. Kalau udah rutin bayar tapi fasilitas sekolahnya nggak terawat, pasti orang tua muridnya pada protes.







Karena peminatnya banyak, biasanya sekolah negeri juga punya murid yang lebih banyak. Ini ngaruh ke kegiatan belajar di kelas. Per kelas muridnya bisa berjumlah 30 lebih, kadang sampai 40. Dengan jumlah murid yang lebih banyak, mereka juga berasal dengan latar belakang yang macem-macem. Ini berguna juga buat para murid, supaya mereka jadi lebih memahami beragam orang dengan karakter dan latar belakang yang berbeda. Supaya mereka juga jadi lebih toleran terhadap perbedaan. Syedap.



Sementara sekolah swasta nerima lebih sedikit murid. Ada sekolah swasta yang per kelasnya cuma ada 20 murid. Jadi belajarnya diharapkan bisa lebih efektif. Jam belajar mereka juga lebih panjang. Walaupun panjangnya jam belajar nggak bisa menjamin efektivitasnya juga, sih. Kalau kelamaan belajar sekolah, ditambah les, dan segala macam bimbingan belajar, kesian juga nih anak.


Jangan kecil hati kalau kamu harus masuk ke sekolah swasta. Nilai akademis itu bukan segala-galanya. Tapi kalau bisa pilih sekolah swasta yang akreditasinya bagus dan udah 'punya nama'. Kalau sekolah swastanya ‘abal-abal’, takutnya kamu makin dipandang sebelah mata. Gimana pun, inget, semuanya balik lagi ke individunya. Percuma bisa masuk sekolah negeri tapi begajulan dan mencemarkan nama baik sekolah. Mau sekolah negeri atau swasta, masa depan kamu itu kamu sendiri yang nentuin. Jadi, mau sekolah di manapun, belajar yang bener dan jangan mencemarkan nama baik sekolah dan orang tua kamu.





Nah, yuk mari didiskusikan di kolom komentar. Menurut kamu lebih oke mana, sekolah negeri atau sekolah swasta?