Theme images by Storman. Powered by Blogger.

Polling : 82% Gubraker Setuju FPI Di Bubarkan

Pict : Rimanews.com


Wacana pembubaran FPI kembali mencuat. Pemicunya tak lain adalah aksi sweeping yang di lakukan oleh anggota ormas pimpinan Rizieq Sihab terhadap sebuah tempat yang di duga sebagai sarang prostitusi di Sukorejo Kendal. Aksi yang melibatkan anggota FPI dari luar Kendal ini secara tak di duga mendapat perlawanan sengit dari warga Sukorejo. Tercatat satu warga masyarakat meninggal dunia akibat di lindas mobil yang di tumpangi anggota FPI. Selain itu, lima orang terluka. Termasuk salah satunya adalah anggota kepolisian. 

Insiden ini tak ayal makin menambah daftar panjang kekerasan yang pernah di lakukan FPI. Kecaman demi kecaman muncul. Tak kurang, Presiden SBY pun angkat bicara. Dalam sebuah acara buka bersama, presiden menegaskan akan segera memerintahkan jajaran bawahannya untuk menindak tegas perilaku main hakim sendiri yang di lakukan oleh sebagian kelompok masyarakat. Beberapa anggota FPI yang terlibat aksi sweeping kemudian di tangkap polisi. Polisi juga menangkap beberapa anggota masyarakat yang di duga ikut melakukan penyerangan terhadap kelompok FPI.

Kejadian di Sukorejo rupanya bukan pertama kali, dimana sebagian masyarakat mengungkapkan ketidak setujuannya dengan tingkah laku Front Pembela ‘Islam’. Publik masih ingat betul bagaimana masyarakat adat Kalteng ramai ramai menolak keberadaan FPI di tanah mereka. Kedatangan beberapa tokoh FPI ke Kalteng di sambut demonstrasi besar besaran yang di galang masyarakat Kalteng. Mereka bahkan mengancam akan mengusir FPI jika kelompok ini nekad mendirikan cabang di sana. 

Perlawanan berujung bentrokan juga pernah terjadi di Bogor. Kawanan FPI yang berniat membubarkan aksi balap liar justru mendapat perlawanan. Salah satu pimpinan lokal FPI tewas di sabet senjata tajam oleh kawanan balap liar. Keberanian masyarakat terhadap FPI juga di pertontonkan warga di Pamulang. Di mana Munarman, Panglima  Laskar Pembela ‘Islam’ (sayap FPI) secara mengenaskan di keroyok sekawanan pemuda di sana. 

Kendati sudah seringkali mendapat kecaman dan perlawanan dari warga, sepertinya belum akan membuat organisasi ini jera. Bahkan ancaman pembubaran oleh pemerintah justru di anggap angin lalu. Rizieq Shihab dalam statemennya yang di unggah di youtube malah mencibir SBY sebagai pemimpin pengecut. 


Mayoritas Gubraker Setuju FPI Di Bubarkan

Wacana pembubaran FPI rupanya mendapat dukungan mayoritas anggota Gubrak se Indonesia. Dalam jajak pendapat yang kami gelar hari ini (23 Juli 2013) dan melibatkan responden dari berbagai wilayah di tanah air, suara suara yang menginginkan FPI di bubarkan kian lantang. Tercatat 82% responden internal Gubrak Indonesia (Gubraker) menyatakan setuju FPI di bubarkan. Sementara sisanya menyatakan tidak setuju.

Alasan yang di ajukan Gubraker sangat variatif. Berikut beberapa petikan komentar yang di kirim gubraker pada relawan Tampoll Gubrak (Team Polling Gubrak) :

“Kalau dilihat dari sisi manfaaat dan mudhorotnya,  lebih banyak mudhorotnya.  Jadi saya setuju kalau FPI dibubarkan” (Gubraker Tangerang)

“FPI adalah salah satu contoh ke aroganan ormas yang (sering) memicu pecahnya kerukunan antar umat beragama di Nusantara. So, bubarkan !!!” (Gubraker Lampung)

“Saya setuju FPI di bubarkan. Yang jadi pertanyaan, apakah pemerintah berani untuk membubarkan?. Sampai saat ini, aparatpun pura pura buta melihat aksi kebrutalan FPI” (Gubraker DKI)

“Kenapa itu baru ditanyakan?. Dari pertama dulu ada, saya nggak setuju FPI. Dengan alasan tidak merubah keadaan (maksiat). Kemaksiatan hilang, itu bukan karena FPI. (Lihat saja) di dekat markas FPI ada tempat prostitusi Bongkaran yang masih tegak (tak tersentuh FPI). Ini kan tidak sesuai dengan ‘ashlih nafsaka, yuslih laka annas’ “ (Gubraker DKI)

“Sangat setuju. Karena tidak mencerminkn ajaran islam yang damai & toleran. FPI terkesan seperti preman berkedok islam” (Gubraker Blitar)

“Setuju.  Alasannya, pertama untuk tatanan Islam. Kedua demi Kewibawaan Negara” (Gubraker Malang)
“Setuju. Bikin ribut aja. Bikin malu. Tidak punya etika. Di agama lain nggak ada kayak gitu. Katanya Islam mengajarkan kedamaian ?. Kok kayak gitu ?” (Gubraker Tegal)

“Sangat setuju!!!. Karna FPI hanya mencoreng Islam. Fpi merusak Islam dari dalam” (Gubraker Cirebon)

“Sangat setuju. Karena, (1) Islam adalah sebuah agama, tidak menuntut pembelaan. (2) Umat Islam di Indonesia sama sekali tidak sedang terancam oleh agama yg lain. (3) FPI nyata nyata memperburuk toleransi antar agama di Indonesia. (4)  FPI  hanya sekumpulan preman yang mengatasnamakan agama Islam” (Gubraker Bali)

“Setuju. Karena nggak ada peran untuk bangsa. Kehadiran FPI hanya menambah jumlah preman di Indonesia” (Gubraker Surabaya)

“Bubarkan saja....!!. Amar Ma'ruf Nahi Munkar  nggak harus dengan Pentungan dan Emosi” (Gubraker Bojonegoro)

Walaupun sebagian besar Gubraker setuju FPI di bubarkan, ada pula yang menyatakan ketidaksetujuannya jika FPI di bubarkan. Berikut penjelasan dari sahabat Gubrak yang menyatakan ketidaksetujuannya jika FPI di bubarkan :

“Jangan dibubarkan. Nabi saja punya shahabat,  Asidda-u 'Alal Kuffar,Ruhama-u Bainahum ,Tarohum Rukka'an Sujjada, Yabtaguna Fadhlaminallahi Waridhwana. Kalau memang ada yang kurang baik, ya di perbaiki. Jangan di bubarkan. Pepatah mengatakan “bila kamu bercermin, tiba tiba mukamu cemong, Jangan kau banting cermin itu.  Tapi mukamulah yang harus dibersihkan. Bagaimanapun, satu sisi kita butuh mereka (FPI)” (Gubraker DKI)

“Tidak setuju. Lebih baik di bina saja. Kalau di bubarkan bisa aja ganti nama/logo.  Tapi kelakuannya sama aja” (Gubraker Depok)

“Tidak setuju. Karena FPI salah satu wujud gerakan persatuan. Dari sana nilai nilai Islam mencoba di tegakkan dan di kembangkan sesuai visi misi keagamaan” (Gubraker Sumsel)

Terlepas dari pro kontra apakah FPI perlu di bubarkan atau tidak, agaknya masyarakat Indonesia memiliki PR yang cukup pelik dan harus di tangani dengan baik. Mengenai moralitas, perilaku anarkhis dan tentu saja kemauan penyelenggara negara untuk membina ketertiban masyarakat. 

Terimakasih kepada semua responden yang sudah ikut menyumbangkan pemikirannya. Baik yang setuju maupun yang tidak setuju. Dalam Gubrak Indonesia, mari kita wujudkan masa depan negeri ini lebih baik.

                                                         
by Team Polling Gubrak (Tampoll Gubrak)