Theme images by Storman. Powered by Blogger.

Polling : 57% Fesbuker Pernah Menjalin Asmara Dengan Teman Fesbuknya

Aku mencintaimu
Dari sudut yang paling gelap lagi pekat
Dari balik rimbunnya semak belukar di tengah belantara
Dari celah jendela yang sempit lagi pengap
Dari tempat paling rahasia yang tak seorangpun mengetahuinya

Aku mengagumimu dalam diam
Aku merinduimu dalam kesendirian
Aku mencumbumu dalam bayangan
Aku melepaskan birahiku dalam impian

Ketika kilau matamu menyapu relungku
Desah nafasku terasa memburu

Ketika senyum manismu menghardikku
Detak jantungku berpacu menabur gemuruh

Ketika gemulaimu menari di pelupukku
Persendianku lumpuh layu dan luruh

Cintaku tiada terungkap
Hanya tersirat dalam kiasan
Tanpa berfikir menunggu jawaban

Rinduku tiada terucap
Hanya menjadi rahasia dalam gelap
Dan teman pengiring kala terlelap

                                                   (pict : http://gambargambarlucu.info)
Penggalan puisi ini sepertinya cukup layak untuk menggambarkan suasana batin sebagian insan jejaring sosial. Dunia nyata boleh saja memiliki cerita cerita unik yang mungkin akan mengantarkan kita pada perubahan penting. Akan tetapi dunia maya juga sudah pasti memiliki dimensinya sendiri. Yang citarasa, gereget dan pesonanya sungguh tak kalah dengan kejadian kejadian di sekitar kita. Di sana ada kegembiraan ketika kita menemui habitat yang pas. Di sana ada kesedihan, manakala kita terisolasi oleh masalah yang sebenarnya di timbulkan oleh sesama masyarakat dunia maya. Di sana pula, terakit kisah romantik yang berkelok kelok, penuh warna dan terkadang perlu menyumbangkan linangan kepedihan yang tersisa.

Ajaib memang. Tapi begitulah tipologi tehnologi modern yang kini sudah menjamah di hampir setiap pikiran manusia. Berjam jam waktu di habiskan, bahkan kalau perlu harus berhari hari begadang, hanya untuk berselancar di alam lain yang di bingkai tehnologi komunikasi. Di sana kita bisa menemukan apapun yang belum tentu bisa kita temukan di alam nyata. Ilmu pengetahuan, tehnologi, informasi, pergaulan dan kalau perlu pujaan hati yang akan menjadi pelipur kesepian kita.

Pagi ini, Team Polling Gubrak melancarkan survey dengan tema 'Cinta Di Dunia Maya'. Sebuah tema yang sebenarnya tidak biasa, namun jika kita bersedia menelaah dengan teliti merupakan fenomena gunung es yang tentu saja menarik untuk di cermatil.

Pernahkah kita mendengar berita tentang seorang gadis yang pergi tanpa pamit dari rumah dan berhari hari tanpa kabar ?.
Usut punya usut, ternyata ia sedang berada di suatu tempat bersama teman fesbuknya.

Pernahkah kita mendengar, ibu ibu ramai ramai mendatangi pengadilan agama demi mengajukan gugatan cerai terhadap suaminya ?.
Dan ketika hakim bertanya dalam sidang, si ibu mengatakan bahwa suaminya telah berselingkuh dengan teman fesbuknya.

Sebuah survey yang di gelar American Academy of Mantrimonial Lawyer menyebutkan bahwa 1 dari 5 penyebab perceraian di Amerika Serikat di sebabkan oleh jejaring sosial. Dari laporan itu, 80% pengacara perceraian mengatakan bahwa perceraian yang di picu oleh jejaring sosial mengalami peningkatan pesat dari waktu ke waktu. (http://life.viva.co.id/news/read/191841-perceraian-akibat-facebook-makin-melonjak).

Bukan saja melulu soal cinta, jejaring sosial konon juga di fungsikan sebagai alat yang cukup ampuh untuk membangun opini publik, berbisnis, meluaskan jaringan organisasi dan lain sebagainya. Salah satu ahli IT dinas intelejen Amerika Edward Snowden baru baru ini membocorkan sebuah rahasia penting pemerintah Amerika. Menurut Snowden, pemerintah Amerika telah mengeluarkan kebijakan rahasia dalam untuk melakukan penyadapan internet. Alasan yang di pakai kurang lebih adalah untuk mengantisipasi lebih dini ancaman teroris yang kemungkinan membahayakan negara. Ulah Snowden yang membocorkan rahasia itulah yang kemudian memaksa ia harus melarikan diri dari Amerika.

Di Timur Tengah, jejaring sosial juga memiliki peranan vital terutama sebagai alat untuk memobilisir massa guna mengganti rezim. Para teroris konon juga tak ketinggalan menggunakan perangkat canggih ini untuk merekrut dan menyebarkan ideologinya. Pendek kata, dunia maya kini memiliki peranan yang cukup kuat dalam menentukan kehidupan.

Tampoll Gubrak hari ini mewawancarai tak kurang dari 52 gubraker yang menggunakan sarana jejaring sosial sebagai salah satu alat berkomunikasi. Pertanyaan yang kami ajukan adalah :

"Pernah nggak sih, jatuh hati sama teman di dunia mayamu ???"

Dari 52 responden yang menjawab pertanyaan kami melalui pesan pendek. 57% menyatakan pernah. Sedang sisanya belum atau tidak pernah. Dari 57% itu 2/3 nya meningkatkan komunikasi melalui pertemuan di dunia nyata. Sedang sisanya menyatakan hanya nyaman berhubungan melalui dunia maya dan belum merasa perlu untuk bertemu. Kemudian dari responden yang bertemu muka dengan pasangan yang ia kenal melalui jejaring sosial itu 60%nya mengatakan mash berhubungan hingga kini dan menyatakan memiliki rencana untuk menikah.

Kami juga melakukan pendalaman apakah ada indikasi selingkuh dalam menjalin hubungan dengan teman dunia mayanya atau tidak. Penelitian ini tentu saja kami tujukan kepada responden yang sudah menikah atau telah memiliki pasangan. Dari 57% yang mengaku berpacaran dengan teman dunia maya, seperempatnya (14%) adalah responden yang telah menikah. Namun demikian tidak semua yang telah menikah itu berupaya untuk meningkatkan hubungannya ke jenjang yang lebih tinggi. Hanya 1/4 yang berpikir untuk menikahi selingkuhannya. Sisanya hanya mengatakan hanya sekedar iseng, untuk teman curhat dan lain sebagainya.

Jadi dari total responden kami (52 responden), mereka yang telah menikah lalu melakukan perselingkuhan hingga mencapai taraf ingin menikahi selingkuhannya berjumlah sekitar 3,5% (2 responden). Dengan kata lain, potensi perceraian atau kehancuran rumah tangga yang di sebabkan oleh jejaring sosial hanya sekitar 3,5%. Kecil memang, tapi ini hanya sekedar polling. Angka riilnya bisa saja lebih besar mengingat masalah selingkuh biasanya menjadi masalah rahasia. Pelaku cenderung tidak mau jujur, walaupun team kami sangat melindungi datanya.

Terlepas dari itu semua, sebagai Komunitas yang sebagian kegiatannya bertumpu pada media jejaring sosial, Gubrak Indonesia punya kewajiban untuk memberi pencerahan tentang bagaimana seharusnya menjadikan media ini sebagai ajang komunikasi yang positif.

Ada kutipan menarik dari beberapa responden kami :

"Walaupun pasangan kita yang terbaik, kadang kita merindukan sosok seperti itu (sosok yang di kagumi di dunia maya). Yang bikin hati kita selalu adem dan nyaman. (Tapi untuk bertemu atau Kopdar) Nggak lah. Akhirnya kita harus sadar bahwa manusia tidak ada yang sempurna. Yaah (aku) menganggapnya romantika kehidupan (saja)"

Ungkapan salah satu responden ini menurut kami sangat bijak. Setiap kita tentu butuh figur yang bisa di ajak bicara tentang hal hal tertentu yang tidak kita dapati dari pasangan. Akan tetapi hal itu tidak serta merta membuat kita lupa diri sehingga membahayakan kehidupan keluarga. Walaupun kita menemukan kenyamanan dengan dia, tapi mesti sadar juga bahwa dia juga tidak mungkin sempurna. Jadi, syukuri apa yang kita punya saja.

Adalagi ungkapan bijak dari responden kami :

"Kalau belum pernah ketemu, ngapain juga jatuh hati. Belum tentu dia seperti yang tergambarkan dalam akun fesbuknya. Foto bisa di buat, karakter bisa di rekayasa. So, tetap menginjak bumi bro..."


Team Polling Gubrak
~ Hafidz
~ Yuyun
~ Harun
~ Imam
~ Tari
~ Isti