Theme images by Storman. Powered by Blogger.

KUMPULAN PUISI GUBRAKER



YANG TELAH USAI
oleh Dinda Srikandhi

Kita selalu dipisahkan jarak dan waktu
Yang panjang dan lama
Mungkin hati kita tak pernah bisa satu
Meski hati ini pernah bersama
Namun semua terasa sia-sia dimata

Bila kita diciptakan tidak saling bersama
Lepaskan Kasih dengan senyum Sayang
Kasih ingin menjaga rasa yang halal dan indah

Biarkan Kasih mencoba bernafasdiudara
Yang melayang tanpa batas
Kasih tak sanggup menjalin rasa yang meragu
Tanpa Sayang disisi

Maafkan Kasih...
Kasih bukan mawar tanpa duri
Kasih hanya bunga mekar ditaman yang redup
Yang butuh perlindungan dari duri

Meski kata manis itu tak bisa terhapus
Biarlah menjadi sejarah indah dalam hidup kita

Setelah ini...
Kasih membebaskan Sayang meneguk madu tanpa Kasih
Kasih tau Sayang lara hati
Tapi kita adalah insan biasa
yang hanya bisa berimajinasi
Dan mencoba menjalin kisah suci

Jangan marah dengan taqdir,Sayang..
Dan jangan ada setetes air mata diantara kita
Relakan saja Kasih pergi
berlari mengejar mimpi yang pasti

Jangan kejar Kasih...
Biarkan hidup ini Kasih tempuh dengan arah Kasih sendiri..

KATA MEREKA
oleh Maya Sisti

Saat didekatmu,
Berbagai macam teori dan argumen itu berputar-putar memenuhi kepalaku..

Sungguh,
Apa yang tertangkap oleh telinga,
telah merasuk sempurna dalam dada..
Dan ketika yang kau temukan hanya diam,
Sebenarnya,
Di sana ada hati yang sedang berusaha
untuk tak satupun membenarkan teori itu..
Ada logika yang sedang berusaha menolak semua argumen itu...



DOSA YANG TAK TERMAAFKAN

Maafkan aku..
Hanya air mata ini yg bisa berkata..
Betapa tak ada maksudku untuk dusta padamu..

Maafkan aku..
Karena waktu telah mempermainkanku..
Karena keadaan yang telah menjajahku..

Tangisanmu...
Bukti amarahmu yang tak ada ampun bagiku..
Tamparan ini..
Akan slalu menghantuiku..
Sendiri...
Pantas aku terima...
Maafkan aku..
Tangismu tak dapat kuhapus..
Seperti tangisku malam ini..
Sakitku malam ini...

Maafkan aku sahabatku...
Tangismu...tangisku juga...

SEGENAP

Tuhan,...
Engkau yang menciptakan cinta,
Menghamparkan bahagia,
Menghimpun harapan,
Mengutus duka dan mengirimkan hampa..
Namun, padaMu jua semua diadukan..
Merebahkan resah dan tangis..
Ini kasihMu, cintaMu..

Tuhan memang memberi cinta untuk bahagia,
Tapi tidak semua kebahagiaan berasal dari cinta..
Terkadang kebahagiaan bisa hadir karena air mata, karena air mata tak selamanya derita..

Memang benar, segala yang terbaik bagiku tak seperti yang kumau,,
Dan semua yang kumau belum tentu terbaik untukku..
Engkau tau segenap ruang rasaku,,,
Dan saat itu pula Kau titipkan kekuatan.,.