Theme images by Storman. Powered by Blogger.

Kasus Korupsi Presiden PKS Picu Penurunan Elektabilitas Heryawan

Artikel ini saya tulis sebagai jawaban atas sebuah pertanyaan terhadap kami mengenai hasil Polling Gubrak yang ternyata berbeda dengan Polling serupa yang baru saja di umumkan oleh lembaga survey terkenal (Puskaptis).
Pict : www.reportase.com
Dalam rilis yang di sampaikan Puskaptis melalui berbagai media massa, kita ketahui dalam medio 2 - 7 Februari 2013 mengadakan jajak pendapat dengan tema Pilkada Jabar. Dan dari jajak pendapat itu menghasilkan angka angka sebagai berikut :

1. Dikdik - Cecef NS : 1,76 %
2. Yance - Tatang : 15,20%
3. Dede - Lex : 27,04%
4. Aher dan Dedi : 30,8%
5. Rieke - Teten Masduki : 18,4%
Belum menentukan : 6,8%
Responden : 1250
Sumber : http://nasional.news.viva.co.id/news/read/389145-jawara-pilgub-jabar-hasil-survei-puskaptis

Sedangkan Polling GUBRAK medio 9 Januari - 4 Februari 2013

1. Dikdik - Cecef NS : 1,2%
2. Yance - Tatang : 13,5%
3. Dede - Lex : 27,02%
4. Aher dan Dedi : 40,8%
5. Rieke - Teten Masduki : 17,3%
Responden : 212
Sumber : http://gubraker.blogspot.com/2013/02/polling-aher-dedy-menangi-pilkada-jawa.html

Dari dua data yang tersaji di atas, ada satu perbedaan yang cukup mencolok di sana. Yaitu tentang perolehan pasangan nomer urut empat, Ahmad Heryawan dan Dedy Mizwar. Tabel di Puskaptis menunjukkan perolehan Pasangan ini sebesar 30,8%. Sedang di survey kami angkanya 40,8%. Ada selisih sekitar 10%. Lantas pertanyaannya, kenapa bisa begitu lebar perbedaannya ?.

Dari segi jumlah responden, kami harus akui bahwa sample yang Gubrak miliki hanya 212 atau kurang dari seperlima sample Puskaptis. Akan tetapi secara kualitas, kami kira polling Gubrak juga tidak kalah menariknya. Sebagai gambaran saja, pada 28 November - 6 Desember 2012 kami menyelenggarakan survey untuk mengukur elektabilitas calon. Dan hasilnya sebagai berikut :
1. Heryawan-Dedy Mizwar : 41,4%
2. Dede Yusuf-Lex  : 28%
3. Rieke-Teten : 22,6%
4. Yance-Tatang  : 8%
5. Dikdik-Toyib  : 0
Sumber : http://gubraker.blogspot.com/2012/12/polling-aher-dedy-berpeluang-menang.html#.URewC_KrsVY
Sebelumnya Puskaptis juga menggelar survey serupa yang di rilis di media massa pada tanggal 18 November 2012, dimana hasilnya sebagai berikut :

1. Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar : 34,8%
2. Dede Yusuf-Lex Laksmana : 21,2%
3. Rieke Dyah Pitaloka -Teten 15,7%
4. Yance-Tatang Farhanul : 7,3%
5. Dikdik -Cecep Nana : 1,9%
Belum menentukan : 19,1%
Sumber : http://nasional.news.viva.co.id/news/read/368221-survei-puskaptis--aher-deddy-mizwar-berpotensi-menang

Polling pertama antara Puskaptis dan Gubrak sekilas terlihat berbeda, akan tetapi jika kita cermati sejatinya perbedaan itu tidaklah signifikan. Terutama dari segi selisih antara Aher, Dede Yusuf dan Rieke. Dalam polling Gubrak, Aher unggul 13,4% atas Dede Yusuf, dan unggul 18,8% atas Rieke. Sementara survey Puskaptis, Aher unggul 13,6% atas Dede Yusuf, dan unggul 19,1% atas Rieke.

Dari data polling pertama antara Gubrak dan Puskaptis, terlihat secara kualitas tidak terlalu banyak perbedaan. Yang membedakan adalah metodologi. Puskaptis menyertakan responden yang belum menentukan, sedang kami tidak. Itu kenapa angka Gubrak lebih tinggi untuk setiap pasangan. Sample yang kami dapatpun relatif kecil. Survey yang pertama hanya 75 responden, sementara Puskaptis samplenya jauh lebih banyak. Sekitar 1000.

Pendek kata, sample yang lebih sedikit belum tentu berkualitas rendah.

Kembali ke hasil polling terakhir. Kenapa angka Heryawan di Gubrak 40,8% sementara dari Puskaptis angkanya 30,8% ?.

Kami melakukan polling jauh hari sebelum Puskaptis menggelar survey. Yaitu 9 Januari - 4 Februari 2013. Sedang Puskaptis menggelarnya 2 - 7 Februari 2013. Artinya, polling Puskaptis lebih kekinian daripada Gubrak.


Pembaca perlu tahu, bahwa pada tanggal 31 Januari 2013, PKS baru saja di landa masalah dengan tertangkapnya Presiden mereka, Luthfi Hasan Ishaq akibat dugaan korupsi impor daging sapi. Puskaptis secara jeli menggunakan momentum untuk menggelar survey. Yaitu dua hari setelah Presiden PKS di jebloskan ke penjara. Perbedaan yang cukup signifikan dari hasil polling Gubrak dan Puskaptis ini kami menduga karena faktor kasus yang melanda PKS.

Kami memang menutup polling hingga 4 Februari 2013. Yaitu setelah LHI di tangkap KPK. Akan tetapi suara yang masuk ke kami pada waktu itu sudah mencapai 90%. Artinya, efek kasus itu tidak serta merta berimbas pada hasil survey. Dan sejujurnya, walau sisa suara tinggal 10%, penurunan dukungan terhadap Heryawan sebenarnya sudah tergambar dalam akhir survey kami.

Kesimpulannya, pasca kasus yang menjerat petinggi PKS, sejatinya pasangan Ahmad Heryawan dan Dedy Mizwar dalam keadaan bahaya. Jika trend penurunannya berlanjut, bisa jadi dia akan kalah...

Oleh :  Team Polling Gubrak