Theme images by Storman. Powered by Blogger.

Poligami, Perlukah ?

oleh Dyah Ratoezennkol Salma

Artikel ini sengaja saya tulis sebagai tanggapan atas maraknya pembahasan mengenai poligami, baik di dunia maya maupun dalam kehidupan sehari hari. Sebuah isu yang mungkin oleh sebagian pria di anggap sebagai sesuatu yang wajar, alamiah bahkan di anggap sunnah (mendekati) muakad, namun bagi sebagian besar wanita, poligami di anggap sebagai sebuah bentuk penghianatan akan komitmen cinta.

Salah satu alasan yang sering di kemukakan oleh para pendukung poligami adalah anggapan bahwa jumlah wanita lebih banyak daripada pria. Ada yang bilang proporsi pria wanita 1 banding 2, 1 banding 3, bahkan ada yang mengatakan 1 pria berbanding 4, 5, 6, 7 dan seterusnya. Sebuah anggapan yang saya pikir perlu di klarifikasi kebenarannya.

Menurut penelitian kami, hampir sebagian pendapat di atas tidak di dasarkan kepada data dan fakta yang ada. Biasanya mereka hanya mengacu kepada beberapa teks yang berasal dari perkataan nabi Muhammad, misalnya :

“Di antara tanda-tanda dekatnya hari Kiamat adalah sedikitnya ilmu (tentang Ad-Dien), merajalelanya kebodohan dan perzinahan, dan sedikitnya kaum laki-laki, sehingga lima puluh orang wanita hanya terdapat satu orang pengurus (laki-laki) saja” [HR. Al-Bukhari no. 81 – tartib maktabah sahab, Muslim no. 2671, dan At-Tirmidzi no. 2205]

“Dan seorang laki-laki akan diikuti oleh empat puluh orang wanita, yang mereka ingin bersenang-senang dengannya” [HR. Muslim no. 1012]

Saya tidak bermaksud ingin membantah hadits di atas, akan tetapi ada baiknya kita menggunakan nalar yang cerdas untuk menelisik kandungan dari perkataan nabi di atas.

Pertama, hadits di atas tidak secara spesifik menunjukkan bahwa populasi wanita dan pria senilai 50:1 atau 40:1. Hadits pertama mengatakan '...dan sedikitnya laki laki. Sehingga lima puluh wanita hanya terdapat satu orang pengurus atau pemimpin (laki laki) saja'. Kalimat ini bisa saja mengandung penafsiran yang sama sekali berbeda dengan yang ada di pikiran kita. Bisa jadi nabi mengatakan itu karena khawatir bahwa kelak, banyak pria yang enggan menikah, sehingga banyak wanita yang tidak terurus atau tidak mendapatkan pendamping hidup sekaligus pemimpin. Makanya, satu pria boleh jadi akan mengurus 40 atau 50 wanita. Sementara hadits kedua juga tidak secara jelas menunjukkan sebuah fakta statistik. Kata 'yang mereka (wanita wanita itu) ingin bersenang senang dengannya' mengisyaratkan adanya makna lain yang di luar konteks statistik.

Seorang kawan yang berprofesi sebagai dokter malah memberi penafsiran yang cukup ekstrim pada hadits di atas. Dia mengatakan : Hadits itu tidak salah. Faktanya hari ini, makin banyak saja pria yang mengalami gangguan disfungsi seksual. Baru baru ini ada penelitian yang mengatakan bahwa 30% pria menderita disfungsi ereksi. Maka jika di katakan ada satu pria yang mengurus 50 wanita, bisa jadi benar adanya. Sebab yang lain pada letoy...!.

Nah lohhhh....

Kedua, jikapun teks di atas benar benar mengatakan mengenai jumlah wanita yang lebih banyak dari pria, seharusnya kita melihat konteks kejadian. Jelas sekali nabi mengatakan bahwa hal itu hanya akan terjadi kelak di saat kiamat sudah dekat. Bukan dalam konteks sepanjang masa. Maka kalau ada pria yang ingin poligami dengan alasan mengakomodir jumlah wanita yang lebih banyak, harus banyak bersabar.Minimal harus menunggu kiamat sudah dekat untuk melampiaskan hasrat poligaminya.

Lantas seperti apa sebenarnya gambaran riil tentang populasi gender di dunia ini ?. Berapa jumlah pria dan wanita yang valid dan bisa di pertanggungjawabkan akurasinya menurut keilmuan ?. Benarkah wanita saat ini lebih banyak dari pria ?. Ataukah malah sebaliknya ?.

Saya memiliki beberapa sumber data yang justru mengatakan sebaliknya. Bahwa ternyata jumlah pria malah lebih banyak dari wanita. Berikut kutipan kutipan artikelnya :

"Di seluruh dunia, ada 107 bayi laki-laki yang dilahirkan untuk setiap 100 bayi perempuan. Rasio yang timpang ini sebagian disebabkan oleh aborsi selektif dan pembunuhan pada bayi perempuan, di negara-negara seperti China dan India, dimana anak laki-laki lebih diinginkan. Tetapi, bahkan jika faktor tersebut dihilangkan, rasio bayi laki-laki dan bayi perempuan masih sekitar 105:100, yang berarti bahwa para ibu lebih besar kemungkinannya untuk melahirkan seorang bayi laki-laki."

Sumber : www.berbagaihal.com

Judul artikel : Ternyata Ada Lebih Banyak Bayi Laki Laki yang Di lahirkan dibanding Dengan Bayi Perempuan

Kemudian..

"Populasi dunia akan mencapai 7 miliar akhir Oktober 2011 ini. Tapi rasio jumlah penduduk lelaki dan perempuan saat ini saja sudah tidak ideal lagi karena populasi pria makin banyak. Negara yang punya penduduk pria banyak dianggap berbahaya dan dinilai menjadi ancaman bagi negara lain.

Para ahli memperingatkan bahwa rasio jenis kelamin yang timpang bisa menyulut munculnya masyarakat yang didominasi para lajang yang didorong oleh persaingan agresif untuk mencari pasangan, adu kekuatan berupa perang atau munculnya wisata seks.

Alam menyediakan suatu standar biologis perbandingan jenis kelamin yang kaku sebanyak 104-106 laki-laki untuk setiap 100 perempuan. Setiap perbedaan signifikan dari kisaran yang sempit hanya dapat dijelaskan oleh faktor-faktor yang abnormal."

Untuk lebih rincinya bisa di lihat di link ini : http://health.detik.com/read/2011/10/28/164741/1755096/763/negara-yang-jumlah-prianya-lebih-banyak-bisa-berbahaya?l993306763

Ada lagi...

"Laporan terbaru dari badan PBB untuk data kependudukan (UNFPA) menunjukkan bahwa praktik seleksi gender tampak meningkat di Asia Tenggara, juga di Bangladesh, Afghanistan, dan negara-negara Eropa Timur yaitu Albania, Armenia, Azerbaijan, Georgia dan Montenegro.

Laporan tersebut mengatakan, “Pada 2010, para peneliti memperkirakan kesenjangan gender dimana 117 juta perempuan “hilang”, terutama di Tiongkok dan India. Para peneliti mengatakan bahwa pada 2030, kemungkinan di dua negara tersebut jumlah pria lajang akan 50 persen lebih banyak daripada perempuan lajang yang mencari pasangan.”

Lengkapnya di : http://www.kalyanamitra.or.id/2012/08/ketidakseimbangan-gender-meningkat-di-asia/

Selain dari temuan temuan di atas, saya juga mendapatkan data statistik yang berasal dari biro statistik negara negara di dunia dan organisasi PBB yang mengurusi masalah kependudukan. Data ini cukup mutakhir karena di rilis pada periode 2011/2012. Dalam temuan ini di katakan bahwa dari 7.010.424.289 penduduk di dunia saat ini perbandingan antara pria wanita adalah 1000 pria : 987 wanita untuk segala usia. Ada selisih 13. Atau jika di totalkan ada sekitar 3.516.496.022 pria dan 3.493.928.267 wanita. Surplus jumlah pria sekitar 22.567.755  . Angka yang cukup besar, hampir setara dengan jumlah penduduk Australia. Dan menariknya, penyumbang terbesar kaum pria adalah negara negara di kawasan Asia yang notabene banyak di huni umat muslim.

Untuk melihat data per negara silahkan klik : http://statistik.ptkpt.net/_a.php?_a=penduduk_ratio&info1=4

Untuk kawasan Indonesia sendiri menurut sensus penduduk tahun 2010 terdapat 237,641,326 penduduk yang terdiri dari pria 119,630,913 dan wanita 118,010,413. Atau selisih kelebihan pria sekitar 1.620.500. Hampir setara dengan penduduk provinsi Yogyakarta.

Sumber : http://dds.bps.go.id/eng/aboutus.php?sp=0

Andaikan seluruh penduduk dunia ini menerapkan monogami atau satu suami satu istripun, masih akan ada sekitar 22,5 juta pria yang terancam tidak mendapatkan pasangan. Demikian pula di Indonesia, jika semua warga negara kita menerapkan perkawinan model monogami, akan tersisa 1,6 juta pria yang berpotensi tidak mendapatkan pasangan.

Pertanyaan saya, apa jadinya jika sedikitnya jumlah wanita tersebut masih di tambah dengan hoby poligami dari sebagian kaum pria ?.

Berapa lagi jumlah pria yang berpotensi menjomblo seumur hidup ?.

Dan mau di kemanakan mereka ?.

Suruh ganti kelamin ?, menikah sejenis?, kawin sama patung ?, sama monyet ?. Atau apa ?