Theme images by Storman. Powered by Blogger.

Menelanjangi Wahhabi

Bukan Resensi: Cuma iseng, tapi SERIUS!!

Menelanjangi Wahhabi

“Membongkar Kekejaman Wahhabi dan Kejahatan dalam Pemalsuan Kitab Ulama Klasik”

Kata Pengantarnya ditulis oleh Prof. Dr. KH. Said Agil Siraj, M.A. dan ada pendapat dari KH. Ma'ruf Amin (MUI), Muhammad Arifin Ilham juga. Pas kan? heheh

Beberapa waktu lalu, penulis ‘cangkruk’ di rumah sahabat lama. Di antara meja bukunya, penulis menemukan sebuah buku yang judulnya menarik untuk dilihat, buku yang penulis lihat berjudul “Sejarah Berdarah Sekte Salafi Wahhabi: Mereka Membunuh Semuanya Termasuk Para Ulama.” Bagaimana? Berdesirkah rasa keingin-tahuan anda ketika membaca judul tersebut? J, buku-buki ini diterbitkan oleh Pustaka Pesantren, TAHUN INI. Mungkin ini karena memang banyak yang sudah “gerah” atas tindak tanduk pemahaman dan metode Wahhabi selama ini.


 MENELANJANGI WAHABI

Bukan Resensi: Cuma iseng, tapi SERIUS!!

Menelanjangi Wahhabi

“Membongkar Kekejaman Wahhabi dan Kejahatan dalam Pemalsuan Kitab Ulama Klasik”

Kata Pengantarnya ditulis oleh Prof. Dr. KH. Said Agil Siraj, M.A. dan ada pendapat dari KH. Ma'ruf Amin (MUI), Muhammad Arifin Ilham juga. Pas kan? heheh

Beberapa waktu lalu, penulis ‘cangkruk’ di rumah sahabat lama. Di antara meja bukunya, penulis menemukan sebuah buku yang judulnya menarik untuk dilihat, buku yang penulis lihat berjudul “Sejarah Berdarah Sekte Salafi Wahhabi: Mereka Membunuh Semuanya Termasuk Para Ulama.” Bagaimana? Berdesirkah rasa keingin-tahuan anda ketika membaca judul tersebut? J, buku-buki ini diterbitkan oleh Pustaka Pesantren, TAHUN INI. Mungkin ini karena memang banyak yang sudah “gerah” atas tindak tanduk pemahaman dan metode Wahhabi selama ini.

"Sejarah Berdarah Sekte Salafi Wahhabi"

Buku ini ditulis oleh Syaikh Idahram, yang menurut hemat penulis adalah nama pena. Buku tersebut merupakan bagian dari “Trilogi Data dan Fakta Penyimpangan Wahhabi”, seperti film saja memang, namun itulah kenyataannya. Tiga buku yang akan mengupas tuntas mengenai sejarah berdarah, pemalsuan kitab-kitab karya ulama klasik, dan ulama sejagad menggugat Wahhabi. Kita mulai dari Sejarah Berdarah Sekte Salafi Wahabi dengan judul kecil Mereka Membunuh Semuanya Termasuk Para Ulama.

Buku setebal 276 halaman ini mencoba menelusur Salafi-Wahhabi, mulai dari kemunculannya, asal penamaan salafi/wahhabi, hingga tragedi berdarah yang menghilangkan ribuan nyawa. Ada lima “pintu” yang akan dilewati para pembaca. Pintu yang pertama, Syaikh Idahram (selanjutnya disebut SI) mencoba menjelaskan sejarah kemunculan salafi-wahhabi. Dan menyebutkan mulai dari nama pendirinya, ulama-ulama Wahhabi, hingga pengikutnya di belahan negara lain termasuk di Indonesia (lihat h. 23-39).

Setelah berhasil melewati pintu pertama, tentu anda akan sudah memahami siapa dan bagaimana Wahhabi itu sendiri, kemudian bersiaplah untuk memasuki pintu kedua (bab paling menyeramkan). Pada pintu kedua ini, SI mengisahkan peristiwa-peristiwa memilukan yang mengiringi eksistensi Salafi-Wahhabi di Arab. Mulai dari pembunuhan ribuan umat islam di Karbala, Thaif, Madinah dan Makkah, Uyainah, Ahsaa, Riyadh, Qashim, Quwait, serta pembunuhan-pembunuhan pada para ulama yang tidak sepakat dengan Muhammad ibnu Abdul Wahhab, termasuk pembakaran-pembakaran kitab dan bekerja sama dengan Inggris merongrong Kekhalifahan Turki Utsmani. (Lihat h. 61-135). Apakah ini hanya bualan belaka dari sang penulis (SI) untuk menyudutkan salafi-wahhabi? Untuk menjawab itu semua, SI tidak hanya menyertakan sumber-sumber dari ulama yang kontra, melainkan didominasi oleh sumber-sumber dari sejarawan Wahhabi sendiri, bahkan dari kitab ‘suci’ mereka yang ditulis oleh Muhammad ibn Abdul Wahhab seperti ad-Durar as-Saniyah dan banyak lagi.

Bagaimana dengan pintu kedua? Hmm.. Setelah melewati pintu kedua itu, kesan kita pada gerakan ini mungkin akan sama, yaitu “KEJI”. Baiklah, di pintu ketiga ini, SI menjabarkan tentang hadis-hadis Rasulullah SAW yang berkaitan dengan ciri-ciri golongan ini. Begitu banyak hadits yang disertakan, serta penjabarannya menurut para ulama (bukan hanya SI). Sajian ini, dikhusukan untuk membedah kemunculan sekte Salafi-Wahhabi sesuai dengan apa yang sudah disampaikan Rasulullah jauh sebelum kemunculan salafi-Wahhabi di tanah Arab.

Langsung saja kita lanjutkan pada pintu keempat di mana SI menjelaskan tentang fatwa-fatwa dan pendapat salafi-wahhabi yang dianggap menyimpang semisal fatwa sesatnya Zikir La ilaaha illallah, keharaman ziarah ke makam Rasulullah, fatwa bahwa yang membaca Qur’an untuk si mayyit akan diazab, dan banyak lagi fatwa-fatwa yang menyimpang yang telah dikeluarkan oleh salafi-wahhabi. SI menyertakan dalil baik Qur’an maupun Hadits dari banyak kitab (dari ulama-ulama terkenal) untuk membantah fatwa menyimpang yang dikeluarkan salafi-wahhabi yang kerap menuduh umat islam selain salafi-wahhabi adalah sesat, kafir, dan musyrik.

Akhirnya, sampailah pada pintu terakhir dalam buku ini. SI mencoba mengoreksi dan mengkritik (kalau menurut saya “menelanjangi”) konsep dan manhaj salafi-wahhabi, menganggap penisbatan salafi-wahhabi sebagai sebuah kerancuan, serta menganggapnya serupa dengan khawarij (Lihat h. 201-248).

Setelah melewati kelima pintu tersebut, SI pun sudah menyiapkan tiga pintu lagi untuk mengetahui bahwa salafi-wahhabi telah memalsukan kitab-kitab karya ulama klasik. Tapi tidak saya kasih tahu dulu.. biar penasaran. Buku ini layak dibaca untuk meningkatkan pemahaman kita akan sekte salafi-wahhabi. Selain didukung dengan fakta-fakta yang (bisa dibilang) lengkap dan objektif, karena diambil dari kitab-kitab ulama wahhabi sendiri, SI juga mengutip dalil-dalil lain sebagai pembandingnya. Terkahir, saya hanya ingin berucap.. “Ah Sialan Salafi-Wahhabi ini!!”.


Jangan Lupa baca Artikel Tentang Mengenal ISIS lebih dekat