Theme images by Storman. Powered by Blogger.

Dakwah Salafi-Wahabi “Berselimut Kepalsuan”

Dakwah Salafi-Wahabi “Berselimut Kepalsuan”

Judul :Mereka Memalsukan Kitab-Kitab Karya Ulama Klasik
Penulis :Syaikh Idahram
Penerbit :Pustaka Pesantren
Tebal Halaman :308 Halaman
ISBN :602-8995-01-0

Inilah buku kedua Syaikh Idahram (selanjutnya SI) yang bertemakan Episode Kebohongan Publik Sekte Salafi Wahabi setelah “Sejarah Berdarah Sekte Salafi Wahabi” yang cukup mencengangkan itu. Buku kedua SI ini menyikapi temuan-temuannya berupa pemalsuan teks atau penghilangan sebagian isi yang terdapat di banyak kitab Karya Ulama Klasik terbitan salafi-wahabi.


Lagi, Menelanjangi Wahhabi

Review Buku

Dakwah Salafi-Wahabi “Berselimut Kepalsuan”

Judul :Mereka Memalsukan Kitab-Kitab Karya Ulama Klasik
Penulis :Syaikh Idahram
Penerbit :Pustaka Pesantren
Tebal Halaman :308 Halaman
ISBN :602-8995-01-0

Inilah buku kedua Syaikh Idahram (selanjutnya SI) yang bertemakan Episode Kebohongan Publik Sekte Salafi Wahabi setelah “Sejarah Berdarah Sekte Salafi Wahabi” yang cukup mencengangkan itu. Buku kedua SI ini menyikapi temuan-temuannya berupa pemalsuan teks atau penghilangan sebagian isi yang terdapat di banyak kitab Karya Ulama Klasik terbitan salafi-wahabi.

Pembaca akan disambut oleh dua pakar terkenal sebelum memasuki bahasan lebih jauh mengenai pemalsuan kitab, di antara yang bakal ditemui adalah Prof. DR. KH. Said Aqil Siraj, M.A., dan Prof. DR. Azyumardi Azra, M.A., PHIL., mereka turut memberikan kata pengantar dalam buku ini. Kedua tokoh penting di Indonesia tersebut, ikut andil dalam menyikapi gerakan trans-nasional salafi-wahabi di Indonesia dan Dunia pada umumnya.

Ada tiga pintu yang harus dilewati pembaca untuk memahami permasalahan yang diangkat SI dalam buki ini. Untuk Pintu pertama buku kedua ini, SI kembali mengajak pembacanya untuk mengenal apa dan bagaimana Salafi-Wahabi itu, dan mengungkapkan keanehan penyebutan salafi yang disematkan pada pengikut Muhammad ibnu Abdul Wahab (Pendiri Wahabi), di mana penggunakan istilah salaf yang semena-mena. Mungkin, yang sering mendengar nama Nashiruddin al-Al Bani akan kembali mengenalnya dalam bahasan penamaan salafi. (h. 32),

Pintu kedua buku ini mencermati tentang Bukti Autentik Pemalsuan Kitab dan Penyelewengan Teks. bermula dari rapuhnya ajaran (h. 37), perintah untuk membakar Buku-Buku dan Memalsukannya (h. 49), pemalsuan kitab al-Adzkar karya Imam Nawawi (h. 51), Syarh al-Aqidah ath-Thohawiyah (h. 58), Aqidah as-Salaf ashabu al-Hadits (h. 60), Hasyiah ash-Shawi (h. 67), Diwan Imam Syafi’i, Shahih Bukhori, Shahih Muslim, Penghapusan hadits-hadits dari Kitab Musnad Ahmad, Ruh al-Ma’ani, Majmu’ Fatawa, dan banyak lagi (h. 86 – 115)

Pintu ketiga dalam buku ini mencermati teks-teks menyimpang dalam Buku-Buku Salafi-Wahabi. Di antaranya kitab ad-Durar as-Saniyah, dll. Memusyrikkan Seluruh Umat Islam dan Ulamanya, pengkafiran-pengkafiran (takfir) ulama wahabi pada ulama-ulama lainnya, Asy’ariyah dan Mathuridiyah (NU) dianggap bukan ahlusunnah-wal jama’ah, berakidah tasybih dan tajsim, dan masih banyak lagi bahasan-bahasan mengenai penyimpangan-penyimpangan buku karya ulama-ulama Salafi-Wahabi yang terekam (h. 119 – 287)

Buku ditutup dengan kesimpulan yang terintegrasi dalam bahasan terakhir yang berisi pesan SI agar tidak mudah mengkafirkan golongan lain dan memaksa golongan lain untuk ikut dalam kelompoknya. Salafi-Wahabi seperti dikenal menjadi golongan yang kerap mengkafirkan dan menganggap sesat golongan selain dari Salafi Wahabi sendiri, sehingga konflik antar umat islam kian diperuncing dengan anggapan bahwa selain Salafi-Wahabi dianggap sesat, padahal ulama-ulama secara umum tidak mudah mengkafirkan yang lainnya (h. 295).

Mencermati bagaimana metode penulis (SI) dalam buku ini untuk menguak tabir yang menyelimuti apa dan bagaimana Salafi Wahabi yang menggunakan analisa komprehensif dari kitab-kitab terbitan ulama-ulama Salafi-Wahabi sendiri dan dikomparasi dengan kitab-kitab aslinya untuk membuktikan adanya pemalsuan dan pengurangan teks kitab asli dari ulama-ulama klasik. Ini juga membantu para pembacanya yang concern di bidang pergerakan dan aliran keagamaan yang berkembang pasca Rasulullah SAW hingga kini. Buku ini juga mempertegas asumsi awalnya, yaitu membuktikan bahwa Salafi-Wahabi memang melakukannya.

Selain berisi torehan sejarah tentang Salafi Wahabi, buku ini sangat menarik dan bernilai untuk dijadikan referensi, terutama bagi mereka yang tertarik dengan tingkah pola sekte Salafi-Wahabi yang berasal dari Nejd, Saudi Arabia ini. Buku ini juga bisa digunakan sebagai bahan diskusi dalam membandingkan dan menguak metode dakwah Salafi-Wahabi di dunia. Terakhir, semoga buku ini juga mampu memotivasi banyak kalangan muslim untuk kembali membuka-buka kitab kuning dan kembali mempelajarinya seperti sedia kala keterkenalan ‘Islam Indonesia’. Bagaimana? tertarik membeli??*

Celoteh Luthfi Harits (Wong Gendheng)
Hanya Pemerhati yang kadang Prihatin.. 
Dalam http://www.sarangpengembara.blogspot.com